KARAKTERISTIK, TUJUAN, MANFAAT, DAN KOMPONEN E-LEARNING
NAMA : SRI MEGA MUHQIAR RANI
NIM : 1401418207
NO. PRESENSI : 03
ROMBEL : E
ROMBEL : E
MATA KULIAH E-LEARNING
PGSD_UNNES_2020
KARAKTERISTIK, TUJUAN, MANFAAT, DAN KOMPONEN E-LEARNING
1. Pengertian E-Learning
Pemenuhan
kebutuhan peserta didik yang beragam saat ini terdukung dengan keberadaan
Teknologi Informasi dan Komputer (TIK). Dengan TIK bahan belajar dapat dibuat
menjadi lebih menarik, melibatkan banyak jenis media, interaktif, dan mudah
didistribusi kepada peserta didik tanpa batasan ruang dan waktu.
Penggunaan
internet untuk proses pembelajaran sudah diimplementasikan dengan penerapan e-learning
untuk penyebaran informasi dan berkomunikasi. Istilah e-learningdapat
pula didefinisikan sebagai sebuah teknologi informasi yang diterapkan di bidang
pendidikan dalam bentuk dunia maya. Dalam teknologi e-learning, proses
pembelajaran yang biasa didapatkan di dalam sebuah kelas di lakukan secara live
namun virtual.
E-learning
sering
pula disebut pembelajaran onlineatau online course. Pembelajaran online
dalam pelaksanaannya memanfaatkan dukungan jasa teknologi, khususnya
teknologi informasi dan komunikasi, seperti komputer, telepon, audio, video,
transmisi satelit, dan sebagainya. E-learning sangat berkembang karena
relatif tidak memerlukan biaya tinggi namun memiliki jangkauan yang luas, sebab
e-learning dapat menjangkau hingga keseluruh dunia tanpa dibatasi oleh
kondisi geografis, sehingga lebih mudah untuk menyampaikan
informasi
pembelajaran.
Melalui
e-learning materi pembelajaran dapat diakses kapan saja dan dari mana saja,
disamping itu materi juga dapat diperkaya dengan berbagai sumber belajar serta dapat
diperbaharui dengan cepat. E-learningmembawa prinsip terciptanya
lingkungan belajar yang fleksibel dan terdistribusi.
2. Karakteristik
E-Learning
Terdapat
beberapa karakteristik yang harus dimiliki e-learning yang membedakannya
dengan pembelajaran konvensional, yaitu interactivity, independency, accessibility,
dan enrichment.
a. Interactivity
E-learning harus memfasilitasi
jalur komunikasi baik secara real time (synchronus) seperti
chatting dan messenger, maupun tidak real time (asynchronous) seperti forum
dan mailing list.
b. Independency/kemandirian
Ketersediaan bahan belajar, waktu,
dan akses yang flexibel memungkinkan peserta didik untuk melakukan aktivitas
pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing dan menjadi active learner.
Namun hal ini tidak akan berjalan baik jika masing-masing individu tidak
memiliki kemandirian. Kemandirian disini berarti peserta didik belajar tanpa
ada yang menyuruh atau mengingatkan, mengerjakan tugas tanpa ada yang
mengejar-ngejar dan lain-lain. Semua berdasarkan kesadaran sendiri. Jadwal,
pengaturan waktu dan reminder, bahkan saran acuan belajar yang ada hanya berupa
mesin belaka, yang tidak akan berarti apapun jika peserta didik tidak
menyadarinya secara mandiri.
c. Accessibillity/aksesabilitas
Sumber-sumber belajar dan informasi
akademik harus lebih mudah diakses dan terdistribusi lebih luas dibandingkan
dengan pembelajaran konvensional.
d. Enrichment/pengayaan
Kegiatan pembelajaran serta
presentasi bahan pembelajaran disajikan dengan cara yang lebih variatif dan
interaktif seperti penggunaan video striming, aplikasi simulasi, dan animasi.
3. Manfaat
E-Learning
Manfaat
e-learning dnegan penggunaan internet, khususnya dalam pembelajaran jarak jauh,
antara lain:
a. Pengajar
dan pembelajara dapat berkomunikasi secara cepat dan mudah melalui fasilitas internettanpa
dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
b. Pengajar
dan pembelajar dapat menggunakann materi pembelajaran yang ruang lingkup (scope)
dan urutan (sekuensnya) sudah sistematis terjadwal melalui internet,
sehingga bagi pengajar bisa menilai seberapa jauh materi pembelajaran tersebut
disajikan, dan bagi pembelajar dapat menilai seberapa jauh materi pembelajar
dapat dipelajari dan dikuasainya.
c. Dengan
E-learning dapat menjelaskan materi pembelajaran yang sulit dan rumit menjadi
mudah dan sederhana.
d. Mempermudah
dan mempercepat mengakses atau memperoleh banyak informasi yang berkaitan
dengan materi pembelajaran yang dipelajarinya dari berbagai sumber informasi
dengan melakukan akses di internet.
e. Internet
dapat dijadikan sebagai media untuk melakukan diskusi antara pengajar dengan
pembelajar, baik untuk seorang pembelajar, atau dalam jumlah pembelajar terbatas,
bahkan massal.
f. Peran
pembelajar menjadi lebih aktif mempelajari materi pembelajaran, memperoleh ilmu
pengetahuan atau informasi secara mandiri tidak mengandalkan pemberian dari
pengajar, disesuaikan pula dengan keinginan dan minatnya terhadap materi
pembelajaran.
g. Relatif
lebih efisien dari segi tempat, waktu, dan biaya.
h. Bagi
pembelajar yang sudah bekerja dan sibuk dengan kegiatannya, sehingga tidak
memiliki waktu untuk datang ke suatu lembaga pendidikan, maka dapat mengakses
internet kapanpun sesuai dengan waktu luangnya.
i.
Dari segi biaya, penyediaan layanan internet
lebih kecil biayanya dibanding harus membangun ruangan atau kelas pada
lembaga pendidikan sekaligus memeliharanya, serta menggaji para pegawainya.
j.
Memberikan pengalaman bermakna bagi
pembelajar karena dapat berinteraksi langsung, sehingga pemahaman terhadap
materi pembelajaran akan lebih bermakna pula (meaningfull), mudah
dipahami, diingat, dan mudah pula untuk diungkapkan kembali.
k. Kerjasama
dalam komunitas onlineyang memudahkan dalam transfer informasi dan
melakukan suatu komunikasi, sehingga tidak akan kekurangan sumber atau materi
pembelajaran.
l.
Administrasi dan pengurusan yang
terpusat sehingga memudahkan dalam melakukan akses atau dalam operasionalnya.
m. Membuat
pusat perhatian dalam pembelajaran.
4. Komponen
E-Learning
Untuk
dapat terselenggaranya e-learning diperlukan 3 komponen pembentuk e-learning yaitu:
a. Infrastruktur:
Infrastruktur e-learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan
komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference
apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
b. Sistem
dan aplikasi: sistem perangkat lunak yang
mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen
kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor),
manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering
disebut dengan Learning Management Sistem (LMS). LMS banyak yang opensource
sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah
dan universitas.
c. Konten:
konten dan bahan ajar yang pada e-Learning system (Learning Management System).
Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten
berbentuk multimedia) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti
pada buku pelajaran biasa). Konten ini disimpan dalam Learning Management
System (LMS) Sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun.
Komentar
Posting Komentar